Rabu, 26 Agustus 2015

Tak ingin tanpa mu

Ketika ku bertahan atas ke egoisan.
Aku serpeti terbang liar tanpa singgahan
Sungguh jadi tak tampak cahaya aura mu
Tak bisa ku rasakan tentang rasa madu .
Tentang tetes anggur merah lebih memberi arti.
Dunia ku kegilaan ku..dan petualangan ku.

Kilauan permata tlah aku genggam
Masih tak sadar kalu aku sebenarnya tlah memiliki.
Aku miliki seribu cinta , sepuluh ribu perhatian.
Aku bernafas dengan lembut hati mu
Aku berlari dan terlelap di atas do'a mu
Kau sibak lelah memuja Nya untuk ku .

Waktu mu tersita memutar arah haluan ku.
Merajut kerusakan moral yang terkoyak
Menawar  sgala bisa di aliran darah ku
Menjadi lampu lampu di sudut sudut gelap jiwa
Di sini aku rasakan ngilu sesal ku.
Dan tak ingin aku di sini tanpa mu

Selasa, 25 Agustus 2015

Bidadari tanpa sayap

Detik waktu seperti langkah langkah gemulai.
Tak ada yang tertinggal pada setiap jengkal nya
Malam ini bercorak seperti perjalanan bias bintang jatuh.
Telah melewati banyak kegilaan karna emosi.
Tak pernah aku pandang gelap walau mendung
Aku temukan selalu cahaya di kelabu mu.
Sempat berderai ...dan itu isyarat rindu mu.
Aku selalu mencarimu di setiap sisi dunia.
Aku mampu temukan engkau di antara seratus ribu pecahan berduri.
Kisah mu kembali mengeja..
Sembilan bidadari bersayap usai injak dunia.
Pulang tanpa pamit tinggalkan aroma wangi.
Mungkinkah kau satu di antaranya..??
Bidadari yang tertinggal tanpa sehelai sayap.
Meracik tebar senyum damaikan jagat raya.
Mengecat warna warna pelangi dalam nya hati.
Ciptakan Anggun atas kehidupan dan cinta.
Mulailah aku akan sadar diri , kau begitu luar biasa.
Anugerah terindah tanpa noda...
Mungkin ini artinya bahwa kau adalah
bidadari.




Senin, 24 Agustus 2015

Terbakar Cemburu

Sepenggal anugerah diam bersemayam.
Mungkin ini seperti mutiara di istana kerang  .
Atau warna warna dalam bias pelangi.
Semua bisa musnah semua bisa sirna.
Adakalanya terkikis oleh cemburu dan ego.
Sungguh kadang menjadi wabah yang mengganas.
Penyakit penyakit yang kronis dlm emosi.
Bagaimana cinta akan bertahta...
Dimana asmara akan meraja...
Akan seperti apa rindu menempati kejayaan..
Seiring berjalnya waktu , dendam berkuasa.
Menatih melemahkan meraih keterpurukan hati.
Seruan dan nyanyian lagu lagu makian.
Mendung langit hati menutup gulita.
Rapat tanpa bias cahaya.
Simponi kebencian sperti syair tanpa iringan.
Cintamu tlah usai oleh kebodohan mu.


Sabtu, 22 Agustus 2015

Malaikat hati

Melihat kenyataan peradaban yang terbalik.
Mengeja setiap tatapan sayu
Menjawab emosi nurani dengan anggun
Menyentuh kelembutan yang terkoyak.
Meringkarnasi dengan sempurna sebuah cacat jiwa.
Diam penuh makna meracik rasa menjdi cerita.
Mengulas kalimat memberi warna dalam permadani kehampaan.
Rindukan aku ea cintaaa......
Itu nyanyian setiap jiwa.
Itu harapan yang tak ingin punah dari peradaban.
Sebuah keinginan dari sbuah sisa sisa cita cita.
Di sini lah Q butuh tangan tangan malaikat bersayap putih.
Tangn yang penuh mu'jizat mengangkat derajat yang tanpa cinta.
Menerbangkan tinggi ke langit serambi surga.


Minggu, 16 Agustus 2015

Penari Tayub

Belenggumu tanpa kasat mata....
Swara gending awal dari sbuah kisah.
Petualangan hati mencari keadilan.
Mencari jejeak-jejak moral yang tersembunyi.
Sang penari liar menebar selendang dusta...
Kaki telanjang menginjak papan bertikar.
Papan penyangga beban moral.
Lentik tangan mu bisa menjadi isyarat.
Bulu-bulu mata sbg pelengkap titisan cleopatra .
Rakyat jelata terhipnotis selendang bertuah.
Gaduh berebut hati sang penari tayub.
Bertaruh harta ego meraja.
Sang pemuja mabuk jiwa , raga dan kehormatan.
malam ini angklung membahana menembus kesepian.
Mengikat cinta dusta, meraih mmpi yang semu.
Tidak akan berakhir sebelum usai baitnya.
Sudah menjadi pilihan hidup nya.
Cantik adalah modal mu melawan takdir.
Menjadikan malm untuk mengubah siang.
Menjadi perindu sesa'at bagi sgla kasta.
Entah kapan akan berakhir.
Letih mu sudah mengajak utk pulang.
Menemui kedamaian abadi dalm dekapan buah hati.







    
         
         
       
        

Sabtu, 15 Agustus 2015

Azimat bunda

.......  Aku ingin pulang.
Itu momen hidup Q.
Bangun tidur berpacu dengan mentari.
Sekejap berlalu oleh waktu.
ufh........aku temukan seperti ini lagi.

Aku mulai kangen dengan kenyataan.
Tak akan ada yang mengartikan tentang Q di sini.
Ada seruan untuk bisa mencapai asa.
Ada tuntutan dalam setiap aliran darah .
Derap langkah dan kerinduan?!

Rasanya seperti seribu tahun.
Hitungan mundur entah kapan berakhir.
Yang aku timang dulu pasti sekarang sudah bukan anak-anak lagi.
Secantik apa wahai engkau , sungguh Q tak tau.
Itu nanti lah...........obat kepenatan Q.
Aku ingin sekali bertemu.
Itu pun nanti...pada akhir cerita .
Aku bisa tertawa dalam tangis .
Hanya karena sehelai foto usang berbingkai retak.

Jumat, 14 Agustus 2015

Bersyukur

Assalamualaikum wbb.....
Ada pepatah spt Pungguk merindukan bulan.....Spt hal nya  Q sekarang yang merindukan di atasnya bulan...dan bahkan terus sampai di atasnya lagi.
Dengan keterbatasan  yang ada , Q mencoba untuk seperti mereka yang punya semangat besar melewati stp langkah dalm hidup . Kata usaha dan trs berusaha itu yang ada dalm benak Q. Kiat dan cara trs Q cari entah dari membaca ,dari orang tristimewa atau pun dari teman yang bs di mintai pendapat.
Nah dari situlah niat Q untuk membuat blog .
Rasa syukur yang tramat sangat ,aku panjatkan pd Tuhan YME karna postingan pertama blog ini pun bs di buat.
Untuk itu .......Q ucapkan banyak terima kasih pada smua yang telah mendukung inspirasi Q yang nnti ada di blog ini... 
Dan dengan ini pula Q minta suport , kritik , saran dan dukungan nya bgi smua pengunjung dan pembaca .
wasalam...