Putih gemulai lembut tanpa lulur kecntikan.
Percya diri bertelanjang sintal dan sempurna.
Terlihat angkuh karna memang aku pendiam.
Seperti putri putri keraton yang galau.
Seperti gadis manja yang akan terjerat hidung belang.
Sedikit pemanis, aku tampak lebih cantik dan menawan.
Itu terbukti smua peduli padaku.
Tapi.........sepertinya mengerikan tatapan mereka.
Mungkin memang beginilah nasib dan takdirku.
Tubuhku siap aku gadaikan.
Lidah lidah nakal menjilat dan melumat tanpa ampun.
Aku masih telanjang di hadapan mereka.
Mencintaiku karena kelaparan mu.
Kepedulian mu karena nafsu besar mu.
Aku tak pantas hidup di rumah kaca.
sepincuk daun,....di situlah aku tinggal dan mati.
Percya diri bertelanjang sintal dan sempurna.
Terlihat angkuh karna memang aku pendiam.
Seperti putri putri keraton yang galau.
Seperti gadis manja yang akan terjerat hidung belang.
Sedikit pemanis, aku tampak lebih cantik dan menawan.
Itu terbukti smua peduli padaku.
Tapi.........sepertinya mengerikan tatapan mereka.
Mungkin memang beginilah nasib dan takdirku.
Tubuhku siap aku gadaikan.
Lidah lidah nakal menjilat dan melumat tanpa ampun.
Aku masih telanjang di hadapan mereka.
Mencintaiku karena kelaparan mu.
Kepedulian mu karena nafsu besar mu.
Aku tak pantas hidup di rumah kaca.
sepincuk daun,....di situlah aku tinggal dan mati.
Kerenn yakinn
BalasHapusHai . . Hihi . .
HapusMana kritik dn saran nya !?