Sabtu, 15 Agustus 2015

Azimat bunda

.......  Aku ingin pulang.
Itu momen hidup Q.
Bangun tidur berpacu dengan mentari.
Sekejap berlalu oleh waktu.
ufh........aku temukan seperti ini lagi.

Aku mulai kangen dengan kenyataan.
Tak akan ada yang mengartikan tentang Q di sini.
Ada seruan untuk bisa mencapai asa.
Ada tuntutan dalam setiap aliran darah .
Derap langkah dan kerinduan?!

Rasanya seperti seribu tahun.
Hitungan mundur entah kapan berakhir.
Yang aku timang dulu pasti sekarang sudah bukan anak-anak lagi.
Secantik apa wahai engkau , sungguh Q tak tau.
Itu nanti lah...........obat kepenatan Q.
Aku ingin sekali bertemu.
Itu pun nanti...pada akhir cerita .
Aku bisa tertawa dalam tangis .
Hanya karena sehelai foto usang berbingkai retak.

2 komentar: