Minggu, 16 Agustus 2015

Penari Tayub

Belenggumu tanpa kasat mata....
Swara gending awal dari sbuah kisah.
Petualangan hati mencari keadilan.
Mencari jejeak-jejak moral yang tersembunyi.
Sang penari liar menebar selendang dusta...
Kaki telanjang menginjak papan bertikar.
Papan penyangga beban moral.
Lentik tangan mu bisa menjadi isyarat.
Bulu-bulu mata sbg pelengkap titisan cleopatra .
Rakyat jelata terhipnotis selendang bertuah.
Gaduh berebut hati sang penari tayub.
Bertaruh harta ego meraja.
Sang pemuja mabuk jiwa , raga dan kehormatan.
malam ini angklung membahana menembus kesepian.
Mengikat cinta dusta, meraih mmpi yang semu.
Tidak akan berakhir sebelum usai baitnya.
Sudah menjadi pilihan hidup nya.
Cantik adalah modal mu melawan takdir.
Menjadikan malm untuk mengubah siang.
Menjadi perindu sesa'at bagi sgla kasta.
Entah kapan akan berakhir.
Letih mu sudah mengajak utk pulang.
Menemui kedamaian abadi dalm dekapan buah hati.







    
         
         
       
        

3 komentar:

  1. Balasan
    1. Biasane nang sblah pos ronda. mangkale....hiii
      maksh koment'y..windchimes.......

      Hapus
    2. Ngoookk lahh apa lik tamin sing bakul gembus? Xixi syair nya bagus2 lik, awas lho sering nulisi blog mengko lih konangan isi hatimu :D

      Hapus