Jumat, 04 September 2015

Habitat berduri

Perindu para pembangkang yang teraniaya.
Seruan omong kosong menggema membahana.
Kerajaan dusta tampak mulai megah mencakar kejujuran.
Serdadu lengkap tanpa celana siap mengabdi.
Dayang dayang bergincu siap tebarkan pesona raga.
Menjegal dan mencari mangsa sesaat.
Menjerit di antara tawa sudah biasa.
Dunia malam sudah jadi kota tanpa tidur.
Siang pun jadi kejayaan surga para pelaknat.
Asap rokok  menggelapkan polusi raga buah hati.
Air susu kehidupan berasa anggur dan bartuak..
Kenyataan dinasti baru bertahata.
Kemulusan ari tergurat tinta tinta bergambar.
Menutup semu aurat yang terbuka
Seperti ini lah cinta berbicara.....
Seperti itulah rindu bisa di dapat.
Sekeping mata uang bandrol kepalsuan
Menjaring kebodohan dan nafsu untuk hidup.
Siapa yang bodoh...siapa yang pintar...
Siapa pula yang merasa menang.....
Kalian ada di situ bersama ku......
Nikmati saja sampai takdir lain mengingat kan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar